Gibran Pasang Foto Bareng Ganjar di Profil Instagram, Kode Dukungan? Relawan Beri Tanggapan

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, memasang foto bersama Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, di foto profil akun Instagram miliknya. Dalam foto profil Instagram @gibran_rakabuming , Gibran memakai seragam keki dengan masker berwarna putih. Sementara Ganjar mengenakan kemeja batik dengan masker berwarna oranye.

Ganjar dan Gibran saat itu menyambangi sejumlah lokasi, di antaranya RS Hermina dan RSUD Dr Moewardi. Relawan Koncone Gibran, Adhitya Pramono memberikan tanggapan terkait hal tersebut. Adhit menilai, foto profil Instagram merupakan hak pribadi masing masing.

"Apalagi saat ini Pak Ganjar adalah leader dari Mas Gibran di wilayah Provinsi Jawa Tengah." "Saya lihat dua pemimpin daerah ini merupakan pemimpin yang sama sama berjuang dan bekerja keras demi rakyat." Ditanya soal kemungkinan foto itu simbol dukungan Gibran terhadap Ganjar untuk maju di Pilpres 2024, Adhit menilai masih terlalu jauh.

"Kalau perihal dukungan (Pilpres 2024), itu hak masing masing personal untuk menginterpretasikan foto tersebut," ungkapnya. "Apalagi kalau kita bicara 2024, hal itu masih jauh dan panjang," lanjutnya. Saat ini, menurut Adhit, yang paling penting adalah terus mendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Apalagi kondisi saat ini cukup berat dikarenakan adanya pandemi," ungkapnya. Meski demikian, Adhit menilai baik Gibran maupun Ganjar merupakan pemimpin yang bekerja sepenuhnya untuk rakyat. "Mas Gibran maupun Pak Ganjar adalah pemimpin yang pekerja keras dan selalu memikirkan rakyatnya," ungkap Adhit.

Untuk diketahui, nama Ganjar Pranowo menjadi satu dari sejumlah tokoh yang disebut sebut bisa bersaing di Pilpres 2024. Meski demikian, tak menutup kemungkinan PDIP juga menaruh rencana kepada Ketua DPP mereka, Puan Maharani. Sementara itu Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya ikut menanggapi terkait peluang calon Presiden 2024 dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Menurut pria yang akrab disapa Toto, sebagai partai dengan elektabilitas tertinggi di Indonesia, PDIP tidak perlu terburu buru dalam menentukan calon presiden dan wakilnya. Toto menjelaskan, arti terburu buru dimaksudkan secara objektif dan tidak terpaku pada satu sosok. Ia menilai, sosok Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo tidak perlu terburu buru meski namanya memiliki elektabilitas yang kuat untuk menjadi calon Presiden 2024.

Toto juga menilai, apabila Ganjar Pranowo memiliki ambisi untuk menjadi capres, maka tetap mengutamakan PDIP sebagai kendaraan politiknya. "Ganjar Pranowo tidak boleh terburu buru dan tidak boleh 'kegeeran'." "Apabila masih punya ambisi, saya sepakat beliau akan mengutamakan PDIP menjadi pilihan pertama karena dia besar di situ," kata Toto, dikutip dari tayangan Youtube Kompas TV, Selasa (15/7/2021) lalu.

Terlebih, menurut Toto, sosok Ganjar Pranowo dan PDIP sebagai simbol nasionalis akan menjadi kekuatan besar. "Secara ideologi, kalau kita terjemahkan di dalam survei, Ganjar Pranowo ini sebagai salah satu tokoh nasionalis." "Artinya variable personal branding Ganjar Pranowo dan institutional branding PDIP sebagai simbol nasionalis akan menjadi kekuatan besar," ungkap Toto.

Menurutnya, apabila Ganjar maju bersama partai lain, maka akan mendapat beban yang cukup besar. Sosoknya akan dianggap berkhianat dan mendapat kritikan yang luas dari para kader PDIP yang dekat dengannya. "Ada beban tersendiri kalau Ganjar maju dengan partai lain, maka akan dianggap sebagai orang yang berkhianat dan auto kritik juga," ujar Toto.

Di sisi lain, Toto melihat PDIP memiliki banyak pilihan lain selain Ganjar Pranowo. Di antaranya seperti Menteri Sosial Tri Rismaharini, Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama dan Ketua DPR RI Puan Maharani. "Partai ini elektabilitasnya nomor satu, punya banyak pilihan ada Tri Rismaharini, Ahok, dan Puan walaupun elektabilitas rendah, tapi masih punya waktu apalagi kapasitasnya sebagai Ketua DPR," kata Toto.

Untuk itu, Toto merasa kaget saat rekaman suara dari politikus senior PDIP Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul yang menyebut siapapun calon presidennya, wakilnya tetap Puan Maharani, tersebar ke publik. Pasalnya, Toto menilai sosok Puan masih memiliki waktu untuk menggenjot elektabilitasnya dibandingkan hanya menjadi calon wakil presiden. Ia juga mengungkapkan, pilihan tersebut bisa berpengaruh terhadap PDIP dalam pelaksanaan pemilu mendatang.

"Jadi saya kaget kalau partai ini jauh jauh hari sudah berpikir menjadi nomor dua." "Kita tahu efek ekor jas atau coat tail effect hanya didapatkan oleh orang yang mencalonkan diri menjadi capres." "Karena cawapres dalam sistem presidensial jelas sebagai ban serep dan akan sangat berpengaruh dalam pemilu yang dilaksanakan nanti," ungkapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.