Apa itu Rebound? Pengertian dan Ciri-ciri

Saham merupakan bukti dari kepemilikan atas modal yang ditanamkan pada perusahaan tertentu. Dalam dunia bisnis, saham menjadi aset yang menguntungkan bagi pemiliknya bahkan pengelolaannya pun dapat dilakukan melalui jaringan internet. Salah satu media yang dapat Anda gunakan untuk berinvestasi US stock market yakni aplikasi investasi saham seperti Nanovest.

Namun, sebelum mulai melakukan pembelian aset saham untuk investasi, terdapat  istilah saham yang perlu Anda ketahui yakni rebound saham. Apakah rebound saham itu? bagaimana ciri-ciri dari kondisi rebound saham? Ketahui selengkapnya melalui uraian berikut ini.

Apa Itu Rebound Saham?

Istilah rebound saham didefinisikan sebagai keadaan yang melambung. Dalam hal ini keadaan yang melambung itu ditujukan pada kondisi kenaikan saham. Umumnya kondisi saham yang naik dikaitkan dengan penurunan saham yang terjadi sebelumnya atau biasa disebut dengan bearish.

Penurunan saham tersebut dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti melambatnya pertumbuhan ekonomi, terjadi defisit pada neraca perdagangan hingga bertambahnya jumlah pengangguran. Pada kondisi ini biasanya para investor perlu memberikan pertimbangan yang besar untuk meminimalkan kerugian saat menjual saham.

Namun, setelah terjadinya penurunan saham ini biasanya diiringi dengan rebound saham. Kondisi ini memiliki jenis yang disebut sebagai teknikal rebound. Jenis saham tersebut diartikan sebagai kondisi naiknya saham dalam waktu singkat setelah terjadi koreksi secara drastis

Ciri-ciri Kondisi Rebound Saham

Terdapat beberapa kondisi yang menjadi ciri saham akan rebound, diantaranya:

  • Kondisi pasar normal

Pada kondisi ini, indeks harga saham gabungan (IHSG) tidak mengalami sentimen yang memberikan pengaruh terhadap pasar. Selain itu, terjadinya rebound juga ditandai dengan adanya kenaikan yang mulai berlangsung selama 2 hari. Selain itu, kondisi lain seperti adanya indeks saham US yang mulai kuat secara signifikan dapat menjadi sebuah tanda bahwa IHSG akan mengalami kondisi rebound.

  • Terdapat sentimen positif

Sentimen positif diperoleh IHSG setelah terjadinya penurunan indeks harga secara drastis. Hal ini akan memperkuat para trader dan investor sebagai pelaku investasi memiliki tekad yang lebih besar untuk melakukan pembelian saham. 

 

Kondisi ini dapat digambarkan dengan adanya koleksi saham yang mengalami penurunan secara terus-menerus dalam jangka waktu tertentu. Namun, kondisi saham yang memiliki sistem kerja keuangan yang baik dan tergolong dalam kategori royal dalam pembagian dividen. Maka hal ini  mampu menghadirkan sentimen positif bagi saham tersebut.

Demikian penjelasan mengenai rebound saham yang menjadi istilah penting dalam dunia investasi. Tentunya kondisi ini dapat memberikan keuntungan bagi para pemilik saham meskipun kondisi saham sebelumnya mengalami penurunan.

Pada kondisi saat harga saham turun atau bearish Anda bisa melakukan analisis secara teknikal maupun fundamental untuk mengetahui kondisi rebound. Dalam hal ini diperlukan kejelian dan update berita terkini mengenai perkembangan saham untuk menjaga kondisi keuangan yang Anda miliki.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.